<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Simplify Complexity</title>
	<atom:link href="http://elisa.lumbantoruan.net/?feed=comments-rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://elisa.lumbantoruan.net</link>
	<description>Partungkoan Elisa Lumbantoruan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 06:23:42 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on Digital Divide : The Three Stages by Indonesia news</title>
		<link>http://elisa.lumbantoruan.net/?p=20&#038;cpage=1#comment-1006</link>
		<dc:creator>Indonesia news</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 06:23:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://elisa.lumbantoruan.net/?p=20#comment-1006</guid>
		<description>lanjutkan pemberantasan korupsi, kuak terus anggota dpr yang korupsi, tangkap dan masukkan ke bui, mantab KPK hari ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lanjutkan pemberantasan korupsi, kuak terus anggota dpr yang korupsi, tangkap dan masukkan ke bui, mantab KPK hari ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Guestbook by Andreas Gibson Lumbantoruan</title>
		<link>http://elisa.lumbantoruan.net/?page_id=28&#038;cpage=1#comment-666</link>
		<dc:creator>Andreas Gibson Lumbantoruan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 16:29:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://elisa.lumbantoruan.net/?page_id=28#comment-666</guid>
		<description>Horas Apara, tidak disangka, saya dapat mengenal keluarga Apara dan menjadi suatu Kebanggaan secara Khusus di Marga Lumbantoruan dan bangsa ini. Memiliki salah satu Putera terbaik di Bidang IT. Salam kenal</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Horas Apara, tidak disangka, saya dapat mengenal keluarga Apara dan menjadi suatu Kebanggaan secara Khusus di Marga Lumbantoruan dan bangsa ini. Memiliki salah satu Putera terbaik di Bidang IT. Salam kenal</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Willingness to do more &#8211; Mau vs Mampu by Andreas Gibson Lumbantoruan</title>
		<link>http://elisa.lumbantoruan.net/?p=29&#038;cpage=1#comment-665</link>
		<dc:creator>Andreas Gibson Lumbantoruan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 13:04:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://elisa.lumbantoruan.net/?p=29#comment-665</guid>
		<description>Selamat Malam, mau menanggapi tulisan di atas. Mau dan Mampu kalau menurut saya, ada suatu kata penyambung, yaitu, Kesempatan. Bagaimana seandainya kita Mau dan mempunyai suatu keyakinan Mampu untuk itu, namun terbentur oleh karena tidak diberinya suatu Kesempatan oleh karena suatu faktor? Yang justru pada akhirnya timbul suatu Kata &quot;Keberuntungan&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Malam, mau menanggapi tulisan di atas. Mau dan Mampu kalau menurut saya, ada suatu kata penyambung, yaitu, Kesempatan. Bagaimana seandainya kita Mau dan mempunyai suatu keyakinan Mampu untuk itu, namun terbentur oleh karena tidak diberinya suatu Kesempatan oleh karena suatu faktor? Yang justru pada akhirnya timbul suatu Kata &#8220;Keberuntungan&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Adat Batak &#8211; perlu atau tidak? by Muncul Saragi</title>
		<link>http://elisa.lumbantoruan.net/?p=27&#038;cpage=1#comment-630</link>
		<dc:creator>Muncul Saragi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 10:15:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://elisa.lumbantoruan.net/?p=27#comment-630</guid>
		<description>horas tu sasudena...

adat  itu perlu, baik formal ataupun materil. hanya saja sampai skang sudah terjadi akulturasi, termasuk tentang pakaian, makanan, sistem kepercayaan, dll. memang ini terjadi seiring perkembangan jaman.

sepengatahuanku, adat batak yang ada saat ini tidak memaksakan. sistem adat yang ada saat ini dibuat/dipertahankan justru agar kita semua saling mengasihi dan mengormati, jadi janganlah pula dibilang seolah-olah sistem adat batak sekrang bertentangan dengan ajaran Tuhan. 

yang harus kita ingat bersama, adat/budaya itu berkembang. 

untuk saudara &quot;Pencerah&quot;, aku ingin berdiskusi denganmu dabah atas komentarmu diatas. dan maunya diforum terbuka misalnya Facebook.

kalau bisa kirim pesan kesini, sr_joel@yahoo.com, 

fbku : http://www.facebook.com/profile.php?id=1355791871

biar kubuatkan forum diskusinya. siapa tau &quot;sang pencerah&quot; ininya yg betul.

mari lestarikan budaya kita..
Horas jala gabe..

Muncul Saragi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>horas tu sasudena&#8230;</p>
<p>adat  itu perlu, baik formal ataupun materil. hanya saja sampai skang sudah terjadi akulturasi, termasuk tentang pakaian, makanan, sistem kepercayaan, dll. memang ini terjadi seiring perkembangan jaman.</p>
<p>sepengatahuanku, adat batak yang ada saat ini tidak memaksakan. sistem adat yang ada saat ini dibuat/dipertahankan justru agar kita semua saling mengasihi dan mengormati, jadi janganlah pula dibilang seolah-olah sistem adat batak sekrang bertentangan dengan ajaran Tuhan. </p>
<p>yang harus kita ingat bersama, adat/budaya itu berkembang. </p>
<p>untuk saudara &#8220;Pencerah&#8221;, aku ingin berdiskusi denganmu dabah atas komentarmu diatas. dan maunya diforum terbuka misalnya Facebook.</p>
<p>kalau bisa kirim pesan kesini, <a href="mailto:sr_joel@yahoo.com">sr_joel@yahoo.com</a>, </p>
<p>fbku : <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1355791871" rel="nofollow">http://www.facebook.com/profile.php?id=1355791871</a></p>
<p>biar kubuatkan forum diskusinya. siapa tau &#8220;sang pencerah&#8221; ininya yg betul.</p>
<p>mari lestarikan budaya kita..<br />
Horas jala gabe..</p>
<p>Muncul Saragi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Adat Batak &#8211; perlu atau tidak? by Pencerah</title>
		<link>http://elisa.lumbantoruan.net/?p=27&#038;cpage=1#comment-616</link>
		<dc:creator>Pencerah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 04:43:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://elisa.lumbantoruan.net/?p=27#comment-616</guid>
		<description>Apakah adat batak itu perlu?

Menurut saya adat batak itu sifatnya tidak boleh memaksa dan boleh untuk tidak dilakukan karena adat batak tersebut adalah buatan manusia yang ada unsur kesalahan dan adat batak itu adalah ciptaan manusia batak jaman dahulu sebelum mengenal Tuhan Yesus.

Mengapa orang batak generasi I (yang lahir sejak tanggal kemerdekaan RI) menyebut bahwa adat batak itu tidak bertentangan dengan Tuhan?

Jika memang tidak bertentangan dengan Tuhan kenapa orang batak generasi I masih menjelek-jelekkan dan marah kepada orang yang tidak melaksanakan adat (hurang maradat) walaupun sudah ada acara kebaktian doa? Bukankah hal itu berarti adat adalah nomor 1 dan Tuhan adalah nomor 2 ?

Apakah para manusia batak paradat ini sebenarnya adalah manusia-menusia munafik yang menomorsatukan adat dan mendewakan adat batak di atas Tuhan dan pura-pura menyebut nama Tuhan Yesus padahal kalau tidak ada adat maka dia marah-marah/tersinggung/sedih ? 

Itu yang namanya percaya, mengerti dan taat kepada firman Tuhan ? 

Jaman purbakala manusia tidak pakai baju apakah berarti jaman sekarang tidak pakai baju juga? Jaman dahulu adat batak dilaksanakan karena belum mengenal Tuhan, dan sekarang telah mengenal Tuhan tapi kenapa adat masih dipaksakan ? 

Apakah adat batak membawa para manusia batak paradat ke surga atau ke neraka ?

Saya mohon kepada semua orang batak yang masih menginginkan adanya kebenaran firman Tuhan ditegakkan, mari bersatu untuk melawan adat batak yang sebenarnya secara sosial dipaksakan.

Terima kasih Tuhan Yesus Kristus.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah adat batak itu perlu?</p>
<p>Menurut saya adat batak itu sifatnya tidak boleh memaksa dan boleh untuk tidak dilakukan karena adat batak tersebut adalah buatan manusia yang ada unsur kesalahan dan adat batak itu adalah ciptaan manusia batak jaman dahulu sebelum mengenal Tuhan Yesus.</p>
<p>Mengapa orang batak generasi I (yang lahir sejak tanggal kemerdekaan RI) menyebut bahwa adat batak itu tidak bertentangan dengan Tuhan?</p>
<p>Jika memang tidak bertentangan dengan Tuhan kenapa orang batak generasi I masih menjelek-jelekkan dan marah kepada orang yang tidak melaksanakan adat (hurang maradat) walaupun sudah ada acara kebaktian doa? Bukankah hal itu berarti adat adalah nomor 1 dan Tuhan adalah nomor 2 ?</p>
<p>Apakah para manusia batak paradat ini sebenarnya adalah manusia-menusia munafik yang menomorsatukan adat dan mendewakan adat batak di atas Tuhan dan pura-pura menyebut nama Tuhan Yesus padahal kalau tidak ada adat maka dia marah-marah/tersinggung/sedih ? </p>
<p>Itu yang namanya percaya, mengerti dan taat kepada firman Tuhan ? </p>
<p>Jaman purbakala manusia tidak pakai baju apakah berarti jaman sekarang tidak pakai baju juga? Jaman dahulu adat batak dilaksanakan karena belum mengenal Tuhan, dan sekarang telah mengenal Tuhan tapi kenapa adat masih dipaksakan ? </p>
<p>Apakah adat batak membawa para manusia batak paradat ke surga atau ke neraka ?</p>
<p>Saya mohon kepada semua orang batak yang masih menginginkan adanya kebenaran firman Tuhan ditegakkan, mari bersatu untuk melawan adat batak yang sebenarnya secara sosial dipaksakan.</p>
<p>Terima kasih Tuhan Yesus Kristus.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ekonomi Digital by Faisol</title>
		<link>http://elisa.lumbantoruan.net/?p=36&#038;cpage=1#comment-448</link>
		<dc:creator>Faisol</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 10:16:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://elisa.lumbantoruan.net/?p=36#comment-448</guid>
		<description>Tulisan yang sangat menarik. Sangat runtut dan relevan. Namun kalau boleh bertanya, menurut Anda bagaimana dengan pemerintahan (terutama tingkat daerah provinsi atau kab/kota) dalam menyikapi ekonomi digital yang juga terjadi di era otonomi daerah ini seharusnya, terutama dalam pengoptimalan target pembangunannya?
:-)
Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan yang sangat menarik. Sangat runtut dan relevan. Namun kalau boleh bertanya, menurut Anda bagaimana dengan pemerintahan (terutama tingkat daerah provinsi atau kab/kota) dalam menyikapi ekonomi digital yang juga terjadi di era otonomi daerah ini seharusnya, terutama dalam pengoptimalan target pembangunannya?<br />
 <img src='http://elisa.lumbantoruan.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Wants vs Needs by Vera Yunita</title>
		<link>http://elisa.lumbantoruan.net/?p=45&#038;cpage=1#comment-441</link>
		<dc:creator>Vera Yunita</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 06:50:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://elisa.lumbantoruan.net/?p=45#comment-441</guid>
		<description>Saya baru sempat liat blog bapak lagi sekarang..

Memang penting membedakan needs and wants

Khusus untuk diri sendiri.. kalau kita lebih mementingkan needs.. kita akan banyak bersyukur sekaligus berusaha menjadi lebih baik.. 
Kebutuhan lahir (sandang, pangan, papan) pasti telah terpenuhi maka tinggal memenuhi kebutuhan batin. Adapun kebutuhan batin yang mendasar adalah mengenal dan berdekatan dengan-Nya.
(ini bukan teori Maslow ... :-))

Wants lists sendiri akan semakin bertambah karena sifat dasar manusia yang tidak pernah puas.. apa jadinya jika kita mementingkan wants.. betul pak.. menurut pengalaman saya.. akan lebih banyak negatifnya

Mendahulukan needs baru kemudian wants juga berlaku untuk Airline customer. Maka service recovery untuk kegagalan pemenuhan needs customer juga harus diutamakan..

Terima kasih untuk artikel2x Bapak yang inspiratif..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya baru sempat liat blog bapak lagi sekarang..</p>
<p>Memang penting membedakan needs and wants</p>
<p>Khusus untuk diri sendiri.. kalau kita lebih mementingkan needs.. kita akan banyak bersyukur sekaligus berusaha menjadi lebih baik..<br />
Kebutuhan lahir (sandang, pangan, papan) pasti telah terpenuhi maka tinggal memenuhi kebutuhan batin. Adapun kebutuhan batin yang mendasar adalah mengenal dan berdekatan dengan-Nya.<br />
(ini bukan teori Maslow &#8230; <img src='http://elisa.lumbantoruan.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Wants lists sendiri akan semakin bertambah karena sifat dasar manusia yang tidak pernah puas.. apa jadinya jika kita mementingkan wants.. betul pak.. menurut pengalaman saya.. akan lebih banyak negatifnya</p>
<p>Mendahulukan needs baru kemudian wants juga berlaku untuk Airline customer. Maka service recovery untuk kegagalan pemenuhan needs customer juga harus diutamakan..</p>
<p>Terima kasih untuk artikel2x Bapak yang inspiratif..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on When in Doubt &#8230; by Floost</title>
		<link>http://elisa.lumbantoruan.net/?p=71&#038;cpage=1#comment-426</link>
		<dc:creator>Floost</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 23:31:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://elisa.lumbantoruan.net/?p=71#comment-426</guid>
		<description>I added your blog to bookmarks. And i&#039;ll read your articles more often!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>I added your blog to bookmarks. And i&#8217;ll read your articles more often!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on My Daily Prayer by Hojot Marluga</title>
		<link>http://elisa.lumbantoruan.net/?p=39&#038;cpage=1#comment-398</link>
		<dc:creator>Hojot Marluga</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 07:02:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://elisa.lumbantoruan.net/?p=39#comment-398</guid>
		<description>Syalom. Saya pikir orang sudah menyatukan pikiran dan perasahaan akan sukses, tetapi dibalik semua itu perlu ada doa. Doa yang total untuk berserah kepadanya. Thanks bang Elisa, saya banyak belajar dari blog ini.

Hotman J Lumbangao (Hojot Marluga)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Syalom. Saya pikir orang sudah menyatukan pikiran dan perasahaan akan sukses, tetapi dibalik semua itu perlu ada doa. Doa yang total untuk berserah kepadanya. Thanks bang Elisa, saya banyak belajar dari blog ini.</p>
<p>Hotman J Lumbangao (Hojot Marluga)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Guestbook by Toni T.J. Toruan</title>
		<link>http://elisa.lumbantoruan.net/?page_id=28&#038;cpage=1#comment-390</link>
		<dc:creator>Toni T.J. Toruan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 06:09:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://elisa.lumbantoruan.net/?page_id=28#comment-390</guid>
		<description>Horas ! Ini baru Lumban Toruan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Horas ! Ini baru Lumban Toruan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
